Cari Blog Ini

Minggu, 11 Januari 2015

Makalah Pendengaran Interaksi Manusia Dan Komputer

MAKALAH INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

PENDENGARAN



OLEH KELOMPOK 5 :
            ANNISA MARDHOTILLA (1303022186)
            MILA KURNIA SAFITRI (13030333186)
            SILVIA RAHMI (1303035868)
            RESI GUSNELLY(1303035810)


PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2015





DAFTAR ISI
                                                                                 
                                                                                     Halaman
DAFTAR ISI .............................................................................................       i
DAFTAR GAMBAR................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................        1
              1.1 Latar Belakang ........................................................................       1
  1.2 Rumusan Masalah ...................................................................        2
  1.3 Tujuan Penulisan .....................................................................        2                   
              1.4 Manfaat Penulisan ...................................................................       2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................        3
         2.1 Saluran Masukan/Keluaran ....................................................        3
         2.2 Pendengaran (Hearing)...........................................................       3
BAB III PEMBAHASAN.........................................................................       5
         3.1 Proses Telinga Mendengar  ....................................................        5
         1. Telinga Manusia .................................................................        5
         2. Proses Suara .......................................................................      6
               3.2 Hubungan Komputer dan Pendengaran Manusia...................          7
               3.3 Pengaruh Positif dan Negatif Pendengaran terhadap IMK....            8
                     1. Pengaruh Positif..................................................................        8
                     2. Pengaruh Negatif................................................................        8
BAB IV PENUTUP...................................................................................        9
               4.1 Kesimpulan ............................................................................        9
               4.2 Saran.......................................................................................       9
Daftar pustaka .............................................................................................       10




  

DAFTAR GAMBAR
                                                                                      Halaman
Gambar 1    Cara Kerja Telinga....................................................................        6



                                                           BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia adalah sebuah sistem penghasil informasi yang sekaligus juga pengguna informasi tersebut. Manusia menerima atau menanggapi informasi melalui saluran input-output dengan berbagai cara. Saluran input-output manusia dikenal dengan indera manusia yang meliputi indera penglihatan (mata), indera pencium atau pembau (hidung), indera pengecap (lidah), indera perasa (kulit), serta indera pendengar (telinga).
Makalah ini akan mencoba membantu menjelaskan tentang saluran input yaitu telinga sebagai indera pendengaran:
Indera pendengaran manusia adalah telinga. Telinga berfungsi sebagai saluran input untuk sinyal berupa suara. Telinga tedapat dua bagian : Bagian luar berfungsi untuk melindungi telinga bagian dalam dan memperkuat suara, sedangkan telinga bagian tengah berfungsi meneruskan gelombang suara sebagai getara ke telinga bagian dalam yang berfungsi mengirim secara kimiawi yang memberi rangsangan pada syaraf pendengaran. Kaitannya dengan karakteristik suara antara lain :
1. Tinggi rendahnya suara atau frekwensi ditentukan oleh banyaknya getaran atau gelombang dalam satuan waktu. Telinga manusia pada umumnya hanya mampu menangkap suara yang mempunyai frekwensi antara 20Hz s/d 15Hz.
2. Kekerasan suara, ditentukan oleh simpangan getar sumber suara atau amplitudo, semakin besar simpang getar atau amplitudonya semakin keras suara yang dihasilkan.
3. Warna suara atau timbre ditentukan oleh jenis/bahan sumber suara. Sehingga tampak berbeda antara bunyi yang disebabkan oleh benturan kayu misalnya kentongan dengan gamelan yang terbuat dari logam dan dipukul kayu atau alu besi.



1.2 Rumusan Masalah                           
1.      Bagaimana proses telinga mendengar?
2.      Apa Hubungan Komputer & Pendengaran Manusia?
3.      Apa dampak positif dan negatif Indra pendengaran dalam IMK?

1.3 Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui bagaimana cara kerja telinga
2.      Mengetahui hubungan komputer dan pendengaran manusia
3.      Mengetahui dampak positif dan negatif indra pendengaran dalam IMK

1.4 Manfaat Makalah
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Penyusun dapat mengetahui bagaimana kerja telinga
2.      Penyusun dapat mengetahui hubungan komputer dan pendengaran manusia
3.      Penyusun dapat mengetahui dampak positif dan negatif pendengaran dalam IMK


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Saluran Masukan/Keluaran (Input/Ouput Channel)
Interaksi manusia dengan dunia luar terjadi pada saat informasi dikirim dan diterima (input / output). Input pada manusia terjadi umumnya melalui panca indera yang terdiri dari penglihatan, pendengaran, perabaan, rasa, dan penciuman. Tiga jenis panca indera pertama memiliki peran penting dalam interaksi manusia dan komputer, sedangkan dua yang terakhir belum menjadi fokus. Output pada manusia dilakukan melalui efektor yang digerakkan oleh kendali motorik, seperti anggota badan (tangan, kaki, dan sebagainya), jari-jari, mata, kepala, sistem vokal. Pada proses interaksi dengan komputer, jari-jari memainkan peran utama seperti pada saat mengetik atau menggunakan mouse; sedangkan suara, mata dan kepala memiliki peran yang lebih sedikit.

2.2 Pendengaran (Hearing)
Kita cenderung meremehkan besarnya informasi yang dapat dikumpulkan oleh indera pendengaran. Padahal sistem auditory (pendengaran) memiliki kapasitas yang sangat besar untuk mengumpulkan informasi mengenai lingkungan sekitar kita. Jika kita menutup mata sejenak dan memfokuskan pada kerja indera pendengaran, kita dapat mendengar obyek apa saja yang ada di sekitar kita dari suaranya. Dan dari suaranya pula kita dapat memperkirakan ke mana obyek tersebut akan berpindah. Namun bagaimana kerja indera pendengaran kita tersebut ?
Pendengaran  Untuk manusia dengan penglihatan dan pendengaran normal, pendengaran merupakan indra kedua terpenting setelah penglihatan (vision) dalam interaksi manusia-komputer. Sebagian besar orang dapat mendeteksi suara pada kisaran frekuensi 20 Hz hingga 20 KHz, tetapi batas bawah dan batas atas tersebut dipengaruhi faktor kesehatan dan usia. Pendengaran yang lebih sensitif dapat mendeteksi suara pada kisaran 1000 – 4000 Hz, yaitu setara dengan batas atas dua oktaf keyboard piano.
Pendengaran Merupakan panca indera terpenting kedua setelah penglihatan. Meskipun belum banyak program-program aplikasi saat ini yang menggunakan suara sebagai  media interaksi antara manusia dan komputer, tetapi beberapa program aplikasi sudah mulai menggunakan suara sebagai umpan balik kepada user. Pemanfaatan nyata dari media suara adalah pada dunia multimedia. Kebanyakan manusia dapat mendeteksi suara dalam kisaran frekuensi 20 Hz  samapai 20 KHz, tetapi hal tersebut dipengaruhi juga oleh usia dan kesehatan dari  pendengar.  suara juga dapat bervariasi dalam hal kebisingan (luodness). Jika batas kebisingan dinyatakan sebagai 0 dB (decible), maka suara bisikan mempunyai tingkat kebisingan 20 dB, percakapan berkisar 50 dB – 70 dB. Kerusakan indera pendengaran akan terjadi jika seseorang mendengar suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 140 dB. Telinga manusia tidak sensitif terhadap perubahan frekuensi pada suara yang mempunyai kebisingan kurang dari 20 dB.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Proses Telinga Mendengar
1.   Telinga Manusia
Proses mendengar diawali dengan adanya getaran di udara atau dikenal sebagai gelombang suara. Telinga menerima gelombang ini dan mentransmisikannya ke sistem syaraf auditory melalui berbagai tahap. Telinga ini sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga bagian luar (outer ear), telinga bagian tengah (middle ear), dan telingan bagian dalam (inner ear).
Telinga bagian luar yang merupakan bagian yang terlihat, terdiri dari dua bagian, yaitu pinna yang melekat bagian yang melekat pada kepala, dan auditory canal yang melewatkan gelombang suara ke telinga bagian tengah. Telinga bagian luar ini melindungi telinga bagian dalam yang sensitif terhadap kerusakan, kotoran, dan mempertahankan suhu yang konstan. Telinga bagian luar juga memperkuat gelombang suara (amplify) dari beberapa jenis suara.
Telinga bagian tengah merupakan lubang kecil yang terdiri dari tulang terkecil dalam tubuh manusia disebut ossicles dan terhubung dengan telinga bagian luar oleh sebuah gendang telinga yang disebut membran tympanic dan dengan telinga bagian dalam oleh cochlea. Gelombang suara dilewatkan melalui auditory canal dan menggetarkan gendang telinga dan akhirnya ke aossicles yang kemudian melewatkan getaran tersebut ke cochlea dan telinga bagian dalam. Pada telinga bagian terdapat liquid–filled cochlea yang memiliki sel-sel rambut halus yang disebut cilia yang merespon getaran dari telinga bagian tengah dan mentransmisikan reaksi kimia ke syaraf auditory (pendengaran).
 

Gambar 1: Cara Kerja Telinga

2. Pemrosesan Suara
Seperti sudah kita ketahui, suara adalah perubahan atau getaran pada tekanan udara. Suara memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
a.       pitch yang merupakan frekuensi suara, frekuensi suara tinggi menghasilkan high pitch dan sebaliknya.
b.      loudness merupakan amplitudo suara, amplitudo suara berubah secara proporsional namun frekuensi tetap konstan.
c.       timbre yang berkaitan dengan tipe atau jenis suara, suara mungkin saja memiliki picth dan loudness yang sama, namun jika dihasilkan oleh instrumen yang berbeda maka akan memberikan timbre yang berbeda.

Telinga manusia dapat mendengar frekuensi 20 Hz hingga 15 kHz. Suara pada frekuensi rendah kurang dari 1.5 Hz, namun akan kurang akurat dibandingkan frekuensi normal. Sistem auditory melakukan filtering suara yang diterima, yang memungkinkan kita mengabaikan suara background dan berkonsentrasi pada informasi yang penting. Namun jika suara terlalu keras atau frekuensinya hampir sama, kita juga akan mengalami kesulitan mengidentifikasi sumber suara.
Suara juga dapat bervariasi dalam hal kebisingan (luodness). Jika batas kebisingan dinyatakan sebagai 0 dB (decible), maka suara bisikan mempunyai tingkat kebisingan 20 dB, percakapan berkisar 50 dB – 70 dB. Kerusakan indera pendengaran akan terjadi jika seseorang mendengar suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 140 dB. Telinga manusia tidak sensitif terhadap perubahan frekuensi pada suara yang mempunyai kebisingan kurang dari 20 dB.

3.2 Hubungan Komputer & Pendengaran Manusia
Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara. Telinga mampu mengindrakan hal yang luas dari suara melalui perubahan timbre, dan kenyaringan. Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, dll.

Contoh Hubungan Komputer & Pendengaran Manusia
1.      Penggunaan Elektrokardiograf (EKG)
Dalam sebuah rumah sakit, suara mengenal dari elektrokardiograf (EKG) berbunyi 'bip' dalam irama ke jantung.
2.      Mengetahui arti bunyi beep pada komputer
Misal :
o   Beep satu kali saja adalah Tanda bahwa komputer baik
o   Beep satu kali adalah Terdapat problem di memori Panjang dan berulang - ulang  
o   Beep satu kali  panjang,3 kali pendek adalah Kerusakan dibagian VGA CARD
o   Beep satu kali adalah Kerusakan di modul memori  panjang dan dua kali pendek atau memori video
3.      Software Bel Sekolah Otomatis
Biasanya digunakan pada sekolah-sekolah berlabel SSN, RSBI atau SBI, tapi juga tetap bisa digunakan pada sekolah-sekolah umum yang sudah menggunakan amplifier dan speaker dalam kegiatannya sehari-hari.
Suara yang dihasilkan bel sekolah bermakna macam-macam sesuai pengaturannya. Jika bel ini berbunyi, maka siswa sudah tahu kegiatan selanjutnya yang harus dikerjakan.
4.      Alarm Hp
Untuk membangunkan tidur atau mengingatkan peristiwa penting.
5.      Voice over Internet Protocol (VoIP)
Adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Salah satu aplikasi VoIP yang tersedia adalah Skype.

3.3 Pengaruh Positif dan Negatif Pendengaran terhadap IMK
1. Pengaruh Positif
Ø  Sebagai hiburan, seperti mendengarkan musik,radio,dll.
Ø  Bel sekolah akan menjadi lebih tepat waktu dan tidak membebani guru piket.
Ø  Masyarakat dapat terbantu dari segi waktu telekomunikasi jarak jauh.

2. Pengaruh Negatif
Ø  Memutar mp3 yang sangat nyaring dapat mengganggu orang lain. 
Ø  Penggunaan ponsel sebagai alarm beresiko tubuh terserang radiasi
Ø  Kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi.



BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Manusia memiliki beberapa Panca indra yang dapat membantu kerja maupun aktifitas manusia. Seperti mata, telinga, hidung, lidah dan juga kulit. Namun tidak semua panca indera tersebut dapat digunakan untuk berinteraksai dengan computer. Alat indera yang tidak dapat digunakn untuk berinteraksi dengan computer yaitu : Hidung dan juga Lidah.
Manusia dapat mendeteksi suara dalam kisaran frekuensi 20 Hertz sampai 20 Khertz tetapi batas bawah dan batas atas biasanya dipengaruhi oleh umur dan kesehatan seseorang. Suara yang berkisar pada frekuensi 1000 – 4000 Hertz menyebabkan pendengaran menjadi lebih sensitif.
-         Suara bisikan: 20 dB
-         Percakapan: 50 dB sampai 70 dB.
Kerusakan telinga terjadi jika mendengar suara dengan kebisingan lebih dari 140 dB.  Bagi orang dengan penglihatan dan pendengaran normal, pendengaran merupakan panca indera yang paling penting setelah penglihatan dalam dunia komputer interaktif.

4.2 Saran
1.      Untuk mencegah Kerusakan indera pendengaran sebaiknya seseorang jangan  mendengar suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 140 dB.
2.      Penggunaan suara dalam IMK memerlukan pertimbangan & perancangan yg baik Suara dapat di jadikan sebagai salah satu penyampaian informasi akan tetapi hal itu dapat menjadikan manusia cepat bosan,sehingga penggunaan suara dalam antarmuka perlu pemikiran khusus dan seksama.
Frekuensi 20 Hz – 20KHz
Tingkat kebisingan = standar 20 – 70 Db



DAFTAR PUSTAKA

Santoso,Insap (2010), Interaksi Manusia dan Komputer edisi 2. Yogyakarta: Andi
Offset.
Yatini, Indra.2007.Interaksi Manusia dan Komputer.Yogyakarta:Andi Offset
            (Diakses pada Minggu , 5 Oktober 2014 Pukul 13.00 WIB)
       (Diakses pada Minggu, 5 Oktober 2014 Pukul 17.00 WIB)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar